Cerita perjalanan sisa konsumsi (orang-orang masih menyebutnya dengan istilah sampah) dari lingkungan rumahku di daerah Ciomas, Kabupaten Bogor.
| Truk Pengangkut Sisa Konsumsi |
Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mewawancarai petugas kebersihan yang lewat. Ternyata, sisa konsumsi yang ada di perumahan saya dan sekitarnya, langsung diantar ke TPA, namanya TPA Galuga. Saya pun langsung mencari beberapa informasi mengenai TPA tersebut.
Sampai saat ini, TPA tersebut digunakan oleh Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. TPA ini memiliki luas sekitar 31,8 hektar, dengan pembagian 27,8 hektar untuk Kota Bogor dan 4 hektar untuk Kabupaten Bogor. Ternyata, dengan luas sebanyak itu, TPA Galuga tetap belum cukup untuk menampung sisa konsumsi kami.
| Sumber: inilahonline.com |
| Sumber: Radar Bogor |
Ternyata, membuang sampah pada tempatnya, udah ga relevan lagi. Bukankah yang ada di TPA itu, merupakan sampah sisa konsumsi yang dibuang di tempatnya?
Harus ada perubahan perilaku, setidaknya dari diri sendiri, agar bumi ini lebih baik lagi. Sayapun menuliskan komitmen untuk diri saya sendiri saat ini
![]() |
| komitmenku |
Malu sebenernya, memiliki latar belakang pendidikan yang mengetahui tentang masalah sisa konsumsi ini, tapi belum bisa berbuat banyak dengan ilmu tersebut. Padahal, ilmu itu seharusnya diamalkan, kan?
Bismillah, semoga ini bisa menjadi pemantikku untuk bisa menyelesaikan kelas BZW ini hingga akhir.
#games1bzw2022 #belajarzerowaste #kelasbelajarzerowaste2022 #kelasbzw2022 #bzwbatch12A

Komentar
Posting Komentar