Langsung ke konten utama

Ecobrik Pertamaku

Pekan ini dapat tantangan untuk membuat ecobrik.

Sebenernya, ecobrik itu apa sih?

Ecobrik itu merupakan "penjara untuk plastik". Salah satu cara kita mengolah plastik yang tidak bisa kita cegah. Tapi inget loh, lebih baik kita menegah yaa.

Bagaimana cara membuat ecobrik?

1. Kumpulkan plastik-plastik yang mau di-"penjara"kan beserta botol yang akan jadi penjaranya. 

Botol Plastik dan calon penghuni ecobrik

2. Gunting kecil-kecil plastiknya, agar mudah dimasukkan dan mengisi ruang kosong di botol


Plastik sesudah digunting-gunting


Plastik dimasukkan ke dalam botol


3. Tekan-tekan isi botol hingga padat

Saya menggunakan sikat botol untuk menekannya

4. Ecobrik sudah siap menunggu teman lainnya hingga penuh.


Setelah penuh, ecobrik ini untuk apa?

Setelah penuh dan terkumpul dengan beberapa teman lainnya, ecobrik bisa disusun menjadi sebuah karya, seperti kursi, meja, ataupun kreasi lainnya. Ecobrik ini bahkan bisa menggantikan batu bata dalam membuat bangunan loh. Namun, memang teknik yang digunakan agak berbeda.

Oiya, ecobrik ini memiliki standar berat minimal yang harus dipenuhi, yaitu sepertiga dari ukuran volume botolnya. Misalnya botol yang digunakan adalah botol 1500 ml, berarti berat minimalnya adalah 500 gr. Saat ini saya menggunakan botol 600 ml, berarti berat minimalnya adalah 200gr. 


Ecobrik yang terisi sepertiga, baru seberat ini

Tertarik mencoba membuat ecobrik juga? Yuk, dicoba yuuuk!


#games6bzw2022 #belajarzerowaste #kelasbelajarzerowaste2022 #kelasbzw2022 #bzwbatch12A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Me

Assalamu'alaikum Perkenalkan, saya Ayu Wulandini. Kalian bisa memanggil saya Ayu atau Mamah Audric. Saat ini saya tinggal di Bogor bersama suami dan ketiga anak saya. Saya menyelesaikan S1 dan S2 saya di Teknik Lingkungan UI melalui beasiswa Fast Track. Saya bekerja di bidang Energi pada salah satu perusahaan manufaktur sepatu di Tangerang. Saya pun pernah mendapatkan sertifikasi sebagai Manager Energi di Bidang Industri.  Setelah memiliki anak dan memutuskan untuk resign, saya kemudian mendalami ilmu parenting dan kepenulisan. Dengan banyaknya pengalaman dan ilmu dari berbagai bidang yang saya miliki, blog ini akan memiliki berbagai jenis tulisan, dari ilmu lingkungan, energi, kepenulisan, hingga keluarga. Saya bisa dihubungi melalui  email: ayu.wulandini@gmail.com instagram: @ayuwulandini

Audit Sampah Sendiri

Pekan ini, saya coba mengaudit sampah sisa konsumsi yang dihasilkan dari rumah saya sendiri. Sedikit informasi, saya sudah memiliki pengolahan kompos dan sudah melakukan pemilahan barang-barang yang bisa diserahkan ke bank sampah. Jadi, sisa konsumsi yang dihasilkan disini, ditimbang sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing. Audit ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 18 - 22 Juli 2022. Kategori yang digunakan adalah organik, anorganik dan residu. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut. Hasil audit selama 5 hari Sisa konsumsi organik yang ditemukan berasal dari sisa proses memasak ataupun proses pembuatan kopi, sisa konsumsi anorganik yang ditemukan berasal dari sisa bungkus makanan ringan, kotak katering tambahan dan kemasan produk lainnya, sedangkan untuk sisa konsumsi yang termasuk residu berasal dari kardus makanan yang sudah berminyak, popok bekas pakai dan sikat gigi bekas. Karena proses memasak yang tidak dilakukan setiap hari, timbulan sisa konsumsiny...