Langsung ke konten utama

Mari Mengompos!

Setelah beberapa pekan kemarin kita sempat memilah-milah sisa konsumsi, pekan ini aku mau cerita tentang pengolahan sisa konsumsi organik di rumahku, yaitu dengan MENGOMPOS!

Gimana sih perjalanan sisa konsumsi organik di rumahku?

Pertama, sisa organik yang dihasilkan, disimpan sementara di kotak yang kecil.
Kalau kotak yang besar ini untuk sisa konsumsi residu.

Kenapa disimpan di kotak? Biar rapi dan tertutup.
Sebelumnya aku sempat mengumpulkan di besek bambu dan terbuka gitu aja, jadi terlihat berantakan dan ga enak dilihat. 

Kedua, setelah kotak kedua cukup penuh, atau kira-kira sudah diisi sekitar seminggu, isi kotaknya dipindahkan ke compost bag. 

Aku punya dua compost bag di rumah, jadi kalau yang satu sudah penuh, bisa dibiarkan dulu sampai jadi kompos, sebelum disaring dan ditaburkan ke taman depan.

Perlakuan komposnya gimana?
Karena aku bukan orang yang cukup rajin untuk mengaduk-aduk kompos, kadang aku suka 'olahraga' dengan menggelindingkan compost bag tersebut, mirip seperti mesin pengaduk semen yang mengaduk semennya dengan memutar. Atau terkadang, aku meminta bantuan tukang taman, ketika jadwal perapihan taman, untuk mengeluarkan isi compost bag dan mengaduknya dengan cangkul. Compost bag ini juga dilengkapi dengan baskom besar di bawahnya,sehingga ketika kompos lama tidak diaduk dan menghasilkan pupuk cair, pupuk cairnya tertampung di baskom tersebut.

Oiya, selain compost bag, aku juga punya Lubang Resapan Biopori (LRB). Dibuat waktu awal membuat taman di rumah ini. Biasanya, sisa konsumsi yang ada di saringan sink, langsung dimasukkan ke LRB. Tulang-tulang yang tidak bisa dikonsumsi kucing, seperti tulang ikan dan tulang sapi, juga masuk kesana. LRB ini lebih mudah, karena tidak perlu proses pengadukan, hanya perlu ditutup dengan unsur coklat biar baunya ga keluar. Tapi sayangnya, kapasitasnya kecil. Aku punya tiga buah LRB di taman, tapi kapasitasnya tidak lebih besar dari satu compost bag.


#games5bzw2022 #belajarzerowaste
#kelasbelajarzerowaste2022 #kelasbzw2022 #bzwbatch12A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ecobrik Pertamaku

Pekan ini dapat tantangan untuk membuat ecobrik. Sebenernya, ecobrik itu apa sih? Ecobrik itu merupakan "penjara untuk plastik". Salah satu cara kita mengolah plastik yang tidak bisa kita cegah. Tapi inget loh, lebih baik kita menegah yaa. Bagaimana cara membuat ecobrik? 1. Kumpulkan plastik-plastik yang mau di-"penjara"kan beserta botol yang akan jadi penjaranya.  Botol Plastik dan calon penghuni ecobrik 2. Gunting kecil-kecil plastiknya, agar mudah dimasukkan dan mengisi ruang kosong di botol Plastik sesudah digunting-gunting Plastik dimasukkan ke dalam botol 3. Tekan-tekan isi botol hingga padat Saya menggunakan sikat botol untuk menekannya 4. Ecobrik sudah siap menunggu teman lainnya hingga penuh. Setelah penuh, ecobrik ini untuk apa? Setelah penuh dan terkumpul dengan beberapa teman lainnya, ecobrik bisa disusun menjadi sebuah karya, seperti kursi, meja, ataupun kreasi lainnya. Ecobrik ini bahkan bisa menggantikan batu bata dalam membuat bangunan loh. Namun, me...

About Me

Assalamu'alaikum Perkenalkan, saya Ayu Wulandini. Kalian bisa memanggil saya Ayu atau Mamah Audric. Saat ini saya tinggal di Bogor bersama suami dan ketiga anak saya. Saya menyelesaikan S1 dan S2 saya di Teknik Lingkungan UI melalui beasiswa Fast Track. Saya bekerja di bidang Energi pada salah satu perusahaan manufaktur sepatu di Tangerang. Saya pun pernah mendapatkan sertifikasi sebagai Manager Energi di Bidang Industri.  Setelah memiliki anak dan memutuskan untuk resign, saya kemudian mendalami ilmu parenting dan kepenulisan. Dengan banyaknya pengalaman dan ilmu dari berbagai bidang yang saya miliki, blog ini akan memiliki berbagai jenis tulisan, dari ilmu lingkungan, energi, kepenulisan, hingga keluarga. Saya bisa dihubungi melalui  email: ayu.wulandini@gmail.com instagram: @ayuwulandini

Audit Sampah Sendiri

Pekan ini, saya coba mengaudit sampah sisa konsumsi yang dihasilkan dari rumah saya sendiri. Sedikit informasi, saya sudah memiliki pengolahan kompos dan sudah melakukan pemilahan barang-barang yang bisa diserahkan ke bank sampah. Jadi, sisa konsumsi yang dihasilkan disini, ditimbang sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing. Audit ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 18 - 22 Juli 2022. Kategori yang digunakan adalah organik, anorganik dan residu. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut. Hasil audit selama 5 hari Sisa konsumsi organik yang ditemukan berasal dari sisa proses memasak ataupun proses pembuatan kopi, sisa konsumsi anorganik yang ditemukan berasal dari sisa bungkus makanan ringan, kotak katering tambahan dan kemasan produk lainnya, sedangkan untuk sisa konsumsi yang termasuk residu berasal dari kardus makanan yang sudah berminyak, popok bekas pakai dan sikat gigi bekas. Karena proses memasak yang tidak dilakukan setiap hari, timbulan sisa konsumsiny...