Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Sekuat Apa Aku Mencegah?

Kira-kira, sekuat apa ya aku mencegah munculnya sisa konsumsi dari keseharianku. Kita cek yuk! Dimulai dari Souvenir Nikahan Souvenir pernikahan kami, lebih dari 6 tahun yang lalu Sengaja memilih untuk menjadikan tas kanvas ini sebagai souvenir pernikahan kami dulu, harapannya, bisa digunakan oleh para tamu, untuk mencegah sisa konsumsi di rumahnya. Belanja dengan wadah sendiri Sayuran Ayam Daging (disini kalo beli daging dibungkus dulu sama daun pisang) Mengolah bahan makanan , agar tidak cepat rusak dan terbuang Daun Bawang, dibekukan Pisang, dibekukan Daun Salam, Daun Jeruk dan Sereh, dikeringkan Membuat kudapan di rumah , mengurangi potensi sisa konsumsi dari jajan di luar Dessert Box Bubur Kampiun Mi Homemade Belanja di layanan isi ulang Kebetulan datengnya malem-malem, jadi gelap Menstrual Cup Kebetulan sedang tidak digunakan dari sejak hamil hingga sekarang, karena belum mulai siklusnya.  sumber: sustaination.id Sepertinya ini saja yang sudah aku lakukan. Bagaimana? Apa aku ...

Audit Sampah Sendiri

Pekan ini, saya coba mengaudit sampah sisa konsumsi yang dihasilkan dari rumah saya sendiri. Sedikit informasi, saya sudah memiliki pengolahan kompos dan sudah melakukan pemilahan barang-barang yang bisa diserahkan ke bank sampah. Jadi, sisa konsumsi yang dihasilkan disini, ditimbang sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing. Audit ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 18 - 22 Juli 2022. Kategori yang digunakan adalah organik, anorganik dan residu. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut. Hasil audit selama 5 hari Sisa konsumsi organik yang ditemukan berasal dari sisa proses memasak ataupun proses pembuatan kopi, sisa konsumsi anorganik yang ditemukan berasal dari sisa bungkus makanan ringan, kotak katering tambahan dan kemasan produk lainnya, sedangkan untuk sisa konsumsi yang termasuk residu berasal dari kardus makanan yang sudah berminyak, popok bekas pakai dan sikat gigi bekas. Karena proses memasak yang tidak dilakukan setiap hari, timbulan sisa konsumsiny...

Kemana Sisa Konsumsi ku Pergi?

Cerita perjalanan sisa konsumsi (orang-orang masih menyebutnya dengan istilah sampah) dari lingkungan rumahku di daerah Ciomas, Kabupaten Bogor. Truk Pengangkut Sisa Konsumsi Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mewawancarai petugas kebersihan yang lewat. Ternyata, sisa konsumsi yang ada di perumahan saya dan sekitarnya, langsung diantar ke TPA, namanya TPA Galuga. Saya pun langsung mencari beberapa informasi mengenai TPA tersebut. Sampai saat ini, TPA tersebut digunakan oleh Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. TPA ini memiliki luas sekitar 31,8 hektar, dengan pembagian 27,8 hektar untuk Kota Bogor dan 4 hektar untuk Kabupaten Bogor. Ternyata, dengan luas sebanyak itu, TPA Galuga tetap belum cukup untuk menampung sisa konsumsi kami.  Sumber: inilahonline.com Sumber: Radar Bogor Ternyata, membuang sampah pada tempatnya, udah ga relevan lagi. Bukankah yang ada di TPA itu, merupakan sampah sisa konsumsi yang dibuang di tempatnya? Harus ada perubahan perilaku, setidaknya dari...