Langsung ke konten utama

Sekuat Apa Aku Mencegah?

Kira-kira, sekuat apa ya aku mencegah munculnya sisa konsumsi dari keseharianku. Kita cek yuk!

Dimulai dari

Souvenir Nikahan
Souvenir pernikahan kami, lebih dari 6 tahun yang lalu

Sengaja memilih untuk menjadikan tas kanvas ini sebagai souvenir pernikahan kami dulu, harapannya, bisa digunakan oleh para tamu, untuk mencegah sisa konsumsi di rumahnya.



Belanja dengan wadah sendiri

Sayuran

Ayam

Daging
(disini kalo beli daging dibungkus dulu sama daun pisang)

Mengolah bahan makanan,
agar tidak cepat rusak dan terbuang
Daun Bawang, dibekukan

Pisang, dibekukan

Daun Salam, Daun Jeruk dan Sereh, dikeringkan

Membuat kudapan di rumah,
mengurangi potensi sisa konsumsi dari jajan di luar

Dessert Box


Bubur Kampiun


Mi Homemade

Belanja di layanan isi ulang

Kebetulan datengnya malem-malem, jadi gelap


Menstrual Cup
Kebetulan sedang tidak digunakan dari sejak hamil hingga sekarang, karena belum mulai siklusnya. 

sumber: sustaination.id


Sepertinya ini saja yang sudah aku lakukan.

Bagaimana?
Apa aku sudah cukup kuat untuk mencegah?

#games3bzw2022 #belajarzerowaste #kelasbelajarzerowaste2022 #kelasbzw2022 #bzwbatch12A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ecobrik Pertamaku

Pekan ini dapat tantangan untuk membuat ecobrik. Sebenernya, ecobrik itu apa sih? Ecobrik itu merupakan "penjara untuk plastik". Salah satu cara kita mengolah plastik yang tidak bisa kita cegah. Tapi inget loh, lebih baik kita menegah yaa. Bagaimana cara membuat ecobrik? 1. Kumpulkan plastik-plastik yang mau di-"penjara"kan beserta botol yang akan jadi penjaranya.  Botol Plastik dan calon penghuni ecobrik 2. Gunting kecil-kecil plastiknya, agar mudah dimasukkan dan mengisi ruang kosong di botol Plastik sesudah digunting-gunting Plastik dimasukkan ke dalam botol 3. Tekan-tekan isi botol hingga padat Saya menggunakan sikat botol untuk menekannya 4. Ecobrik sudah siap menunggu teman lainnya hingga penuh. Setelah penuh, ecobrik ini untuk apa? Setelah penuh dan terkumpul dengan beberapa teman lainnya, ecobrik bisa disusun menjadi sebuah karya, seperti kursi, meja, ataupun kreasi lainnya. Ecobrik ini bahkan bisa menggantikan batu bata dalam membuat bangunan loh. Namun, me...

About Me

Assalamu'alaikum Perkenalkan, saya Ayu Wulandini. Kalian bisa memanggil saya Ayu atau Mamah Audric. Saat ini saya tinggal di Bogor bersama suami dan ketiga anak saya. Saya menyelesaikan S1 dan S2 saya di Teknik Lingkungan UI melalui beasiswa Fast Track. Saya bekerja di bidang Energi pada salah satu perusahaan manufaktur sepatu di Tangerang. Saya pun pernah mendapatkan sertifikasi sebagai Manager Energi di Bidang Industri.  Setelah memiliki anak dan memutuskan untuk resign, saya kemudian mendalami ilmu parenting dan kepenulisan. Dengan banyaknya pengalaman dan ilmu dari berbagai bidang yang saya miliki, blog ini akan memiliki berbagai jenis tulisan, dari ilmu lingkungan, energi, kepenulisan, hingga keluarga. Saya bisa dihubungi melalui  email: ayu.wulandini@gmail.com instagram: @ayuwulandini

Audit Sampah Sendiri

Pekan ini, saya coba mengaudit sampah sisa konsumsi yang dihasilkan dari rumah saya sendiri. Sedikit informasi, saya sudah memiliki pengolahan kompos dan sudah melakukan pemilahan barang-barang yang bisa diserahkan ke bank sampah. Jadi, sisa konsumsi yang dihasilkan disini, ditimbang sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing. Audit ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 18 - 22 Juli 2022. Kategori yang digunakan adalah organik, anorganik dan residu. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut. Hasil audit selama 5 hari Sisa konsumsi organik yang ditemukan berasal dari sisa proses memasak ataupun proses pembuatan kopi, sisa konsumsi anorganik yang ditemukan berasal dari sisa bungkus makanan ringan, kotak katering tambahan dan kemasan produk lainnya, sedangkan untuk sisa konsumsi yang termasuk residu berasal dari kardus makanan yang sudah berminyak, popok bekas pakai dan sikat gigi bekas. Karena proses memasak yang tidak dilakukan setiap hari, timbulan sisa konsumsiny...