Langsung ke konten utama

Postingan

Tantangan Melestarikan Air

 Pekan ini dikasih beberapa tantangan untuk dilakukan dan semuanya terangkum dalam gambar di bawah ini Berikut beberapa uraian tentang tantangan tersebut Membatasi Pembelian Baju dalam pekan ini, saya tidak melakukan pembelian baju, karena untuk kami, membeli baju dilakukan jika baju yang digunakan sudah tidak bisa digunakan lagi. Mematikan listrik ketika tidak digunakan Mencabut peralatan elektronik serta mematikan dari sumbernya. Mengganti Penggunaan Produk yang Boros Air Bisa dilihat disini , saya sudah melakukan beberapa upaya untuk menggunakan produk yang tidak boros air, seperti menggunakan tas kain, wadah berkali pakai, dan menstrual cup. Mengolah Sisa Konsumsi Sendiri Sisa konsumsi yang ada di rumah, diolah sesuai dengan jenisnya, dari yang organik maupun yang anorganik . Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai dengan menggunakan tas kain dan membawa botol minum Habiskan Makanan Alhamdulillah kami bisa selalu menghabiskan makanan yang ada Menanam Pohon Sampai saat ini d...
Postingan terbaru

Ecobrik Pertamaku

Pekan ini dapat tantangan untuk membuat ecobrik. Sebenernya, ecobrik itu apa sih? Ecobrik itu merupakan "penjara untuk plastik". Salah satu cara kita mengolah plastik yang tidak bisa kita cegah. Tapi inget loh, lebih baik kita menegah yaa. Bagaimana cara membuat ecobrik? 1. Kumpulkan plastik-plastik yang mau di-"penjara"kan beserta botol yang akan jadi penjaranya.  Botol Plastik dan calon penghuni ecobrik 2. Gunting kecil-kecil plastiknya, agar mudah dimasukkan dan mengisi ruang kosong di botol Plastik sesudah digunting-gunting Plastik dimasukkan ke dalam botol 3. Tekan-tekan isi botol hingga padat Saya menggunakan sikat botol untuk menekannya 4. Ecobrik sudah siap menunggu teman lainnya hingga penuh. Setelah penuh, ecobrik ini untuk apa? Setelah penuh dan terkumpul dengan beberapa teman lainnya, ecobrik bisa disusun menjadi sebuah karya, seperti kursi, meja, ataupun kreasi lainnya. Ecobrik ini bahkan bisa menggantikan batu bata dalam membuat bangunan loh. Namun, me...

Mari Mengompos!

Setelah beberapa pekan kemarin kita sempat memilah-milah sisa konsumsi, pekan ini aku mau cerita tentang pengolahan sisa konsumsi organik di rumahku, yaitu dengan MENGOMPOS! Gimana sih perjalanan sisa konsumsi organik di rumahku? Pertama , sisa organik yang dihasilkan, disimpan sementara di kotak yang kecil. Kalau kotak yang besar ini untuk sisa konsumsi residu. Kenapa disimpan di kotak? Biar rapi dan tertutup. Sebelumnya aku sempat mengumpulkan di besek bambu dan terbuka gitu aja, jadi terlihat berantakan dan ga enak dilihat.  Kedua , setelah kotak kedua cukup penuh, atau kira-kira sudah diisi sekitar seminggu, isi kotaknya dipindahkan ke compost bag.  Aku punya dua compost bag di rumah, jadi kalau yang satu sudah penuh, bisa dibiarkan dulu sampai jadi kompos, sebelum disaring dan ditaburkan ke taman depan. Perlakuan komposnya gimana? Karena aku bukan orang yang cukup rajin untuk mengaduk-aduk kompos, kadang aku suka 'olahraga' dengan menggelindingkan compost bag tersebut, mi...

Mari Kita Pilah!

Pekan ini, aku mengumpulkan sisa konsumsi anorganikku selama 5 hari. Kemudian, inilah yang didapat: Penampungan sementara sebelum masuk box Pekan ini hanya ada limbah tetrapak, plastik beras dan dus pasta gigi Iya, ga begitu banyak, karena, ya cuma 5 hari. Biasanya, aku mengumpulkan sisa konsumsi tersebut di box besar, yang bisa penuh, sekitar 2-3 bulan, bahkan lebih. Ini box nya, 1 box ukuran 45 liter Kenapa lama banget? Yha, karena ga ada bank sampah di dekat sini. Jadi, untuk menyetorkan sisa konsumsinya, harus diantar dengan kurir online yang menggunakan mobil. Dikirim sekalian banyak, biar hemat ongkos dan hemat jejak karbon juga.  Proses pemilahan sisa konsumsi selama 2-3 bulan Untuk sisa konsumsi sendiri, kami tidak terbiasa untuk mengolahnya menjadi sesuatu, karena aku bukan orang yang artsy. Kami kirim ke Basiba Kota Bogor, walaupun kami tinggalnya termasuk kabupaten. Karena Bank Sampah dari Kabupaten belum ada di daerah kami, lokasi kami yang lebih dekat ke kota, membuat ...

Sekuat Apa Aku Mencegah?

Kira-kira, sekuat apa ya aku mencegah munculnya sisa konsumsi dari keseharianku. Kita cek yuk! Dimulai dari Souvenir Nikahan Souvenir pernikahan kami, lebih dari 6 tahun yang lalu Sengaja memilih untuk menjadikan tas kanvas ini sebagai souvenir pernikahan kami dulu, harapannya, bisa digunakan oleh para tamu, untuk mencegah sisa konsumsi di rumahnya. Belanja dengan wadah sendiri Sayuran Ayam Daging (disini kalo beli daging dibungkus dulu sama daun pisang) Mengolah bahan makanan , agar tidak cepat rusak dan terbuang Daun Bawang, dibekukan Pisang, dibekukan Daun Salam, Daun Jeruk dan Sereh, dikeringkan Membuat kudapan di rumah , mengurangi potensi sisa konsumsi dari jajan di luar Dessert Box Bubur Kampiun Mi Homemade Belanja di layanan isi ulang Kebetulan datengnya malem-malem, jadi gelap Menstrual Cup Kebetulan sedang tidak digunakan dari sejak hamil hingga sekarang, karena belum mulai siklusnya.  sumber: sustaination.id Sepertinya ini saja yang sudah aku lakukan. Bagaimana? Apa aku ...

Audit Sampah Sendiri

Pekan ini, saya coba mengaudit sampah sisa konsumsi yang dihasilkan dari rumah saya sendiri. Sedikit informasi, saya sudah memiliki pengolahan kompos dan sudah melakukan pemilahan barang-barang yang bisa diserahkan ke bank sampah. Jadi, sisa konsumsi yang dihasilkan disini, ditimbang sebelum dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing. Audit ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 18 - 22 Juli 2022. Kategori yang digunakan adalah organik, anorganik dan residu. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut. Hasil audit selama 5 hari Sisa konsumsi organik yang ditemukan berasal dari sisa proses memasak ataupun proses pembuatan kopi, sisa konsumsi anorganik yang ditemukan berasal dari sisa bungkus makanan ringan, kotak katering tambahan dan kemasan produk lainnya, sedangkan untuk sisa konsumsi yang termasuk residu berasal dari kardus makanan yang sudah berminyak, popok bekas pakai dan sikat gigi bekas. Karena proses memasak yang tidak dilakukan setiap hari, timbulan sisa konsumsiny...

Kemana Sisa Konsumsi ku Pergi?

Cerita perjalanan sisa konsumsi (orang-orang masih menyebutnya dengan istilah sampah) dari lingkungan rumahku di daerah Ciomas, Kabupaten Bogor. Truk Pengangkut Sisa Konsumsi Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mewawancarai petugas kebersihan yang lewat. Ternyata, sisa konsumsi yang ada di perumahan saya dan sekitarnya, langsung diantar ke TPA, namanya TPA Galuga. Saya pun langsung mencari beberapa informasi mengenai TPA tersebut. Sampai saat ini, TPA tersebut digunakan oleh Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. TPA ini memiliki luas sekitar 31,8 hektar, dengan pembagian 27,8 hektar untuk Kota Bogor dan 4 hektar untuk Kabupaten Bogor. Ternyata, dengan luas sebanyak itu, TPA Galuga tetap belum cukup untuk menampung sisa konsumsi kami.  Sumber: inilahonline.com Sumber: Radar Bogor Ternyata, membuang sampah pada tempatnya, udah ga relevan lagi. Bukankah yang ada di TPA itu, merupakan sampah sisa konsumsi yang dibuang di tempatnya? Harus ada perubahan perilaku, setidaknya dari...